<div style="background-color: #b01313;"><a href="http://news.rsspump.com/" title="">news</a></div>

BBM Dan Dampak Kenaikan Harga

Bahan 186182_100000336085849_1875083108_qBakar Minyak ( BBM ) pada minggu (23/6 ) resmi digelontorkan pemerintah. Suka tidak suka masyarakat  harus menerima kebijakan itu. Cuma yang menjadi masalah adalah sebelum kenaikan BBM diumumkan pemerintah, kebutuhan pokok masyarakat sudah naik terlebih dahulu. Bukan hanya itu, semua produk juga mengalami kenaikan, transportasi umum menyesuaikan diri, dengan berbagai pertimbangan dikemukakan tentunya.Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan pemerintah, kecuali meluncurkan  BLSM sebagai konvensasi terhadap kenaikan BBM.

Lalu muncul pertanyaan apakah melalui peluncuran BLSM besarannya hanya sekitar Rp 150 ribu/bulan dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, sementara kebutuhan pokok hidup masyarakat sehari-hari sudah terlebih dahulu mengalami kenaikan. Namun apakah seluruh rakyat tersosialisasikan atau tidak, apakah rakyat dapat menikmati kucuran dana melalui BLSM yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, dimana kebutuhan pokok hidup masyarakat sudah naik ?.

Tentu tidak semudah itu pemerintah melakukan konvensasi BBM melalui BLSM dapat terkaper 100 %, sementara semua jenjang kehidupan, baik secara sosial, ekonomi, budaya, maupun prospek kehidupan masyarakat lainnya mengalami kenaikan. Menurut saya, BLSM sama sekali tidak memenuhi kebutuhan itu. Pemerintah hanya melihatnya dari faktor politik saja, tanpa melihat dari segi yang lain. Dampak yang dilihat masyarakat bisa hidup tenang, masyarakat terhibur, masyarakat tidak bergejolak. Terobosoan itu, memang terlihat jadi kenyataan, tidak ada konflik antara pemerintah dan masyarakat, sekalipun ada, hanya segelintar masyarakat saja yang melakukan aksi demo, karena permintaan dari partai politik yang tidak suka dengan kenaikan BBM.

Polemik  struktural itu selalu saja akan muncul dalam sebuah gejolak intern pada satu moment kepentingan politik, tujuannya adalah untuk mencari simpati masyarakat dari gejolak yang dimunculkan pemerintah. Peluang-peluang politik itu kerap kali muncul untuk dijadikan sebagai  salah satu peluang untuk memperoleh suara dalam pemilu. Sudah banyak contoh dilakukan elit politik ketika melihat kepincangan sosial yang terjadi di masyarakat. Hampir dipastikan setiap menjelang pemilu selalu saja ada partai politik yang memanfaatkan peluang itu sebagai upaya merebut suara pada pemilu mendatang.

Naiknya harga BBM menjadi sebuah isyu menarik bagi elit partai untuk menjual programnya. Tapi anehnya, partai politik masih belum bisa mencari solusi menyelesaikan polemic masyarakat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Para elit partai hanya sebatas memanfaatkan peluang yang ada, bukan untuk mencari jalan keluar kemelut yang terjadi. Dampak kenaikan BBM sudah tentu sangat membelit proses kehidupan masyarakat. Pasalnya, dengan kenaikan BBM akan selalu dibarengi oleh naiknya harga kebutuhan pokok.

Pada hal kalau kita mau jujur bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak itu, hanya sebagai pengalihan terhadap isyu-isyu politik yang dimainkan oleh pelaku – pelaku politik menjelang pemilu. Sampai saat ini pemerintah masih belum bisa mencari akibat dari kenaikan Bahan Bakar Minyak terhadap kenaikan barang-barang yang ada. Pemerintah hanya baru bisa menaikan produksi minyak, dari pada memikirkan bagaimana dampak dari kenaikan BBM tersebut.

Menaikan salah satu produk adalah kewajiban pemerintah dalam rangka untuk penyesuaian terhadap produk yang ada di negara anggota OPEC. Acuan kita memang selalu kesana, pada hal Indonesia sebagai sebuah negara penghasil minyak, kenapa juga harus mengalami kenaikan. Pada hal di negara-negara anggota OPEC maupun negara anggota ASEAN Indonesia termasuk negara penghasil minyak terbesar diantara negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, India, dan sebagainya. Kalau negara tersebut boleh saja mampu menaikan harga BBM sampai puluhan ribu, karena mereka minim pasokan minyak. Sebab mereka mengimpor minyak dari negara-negara penghasil minyak.

 Kebutuhan Masyarakat.

            Perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari proses kehidupan yang didorong oleh keinginan manusia itu sendiri untuk masuk kedalam prodinya. Kenapa hal itu bisa terjadi ? karena manusia berharap akan adanya peningkatan atau perubahan hidup. Sebagai konpensasinya mereka rela mengorbankan apa saja, agar pola hidupnya mengalami perubahan, tanpa harus bersusah payah. Apa saja yang harus dilakukan oleh manusia itu ? bisa juga melalui masuk kedalam partai politik.

            Masuknya mereka kedalam partai politik, bukan semata masuknya mereka ke partai politik sebagai salah satu konpensasi mencari perubahan, melainkan ada juga orang masuk partai hanya sebagai upaya untuk melindungi diri usaha yang mereka miliki. Dan ada juga orang masuk partai politik, memang partai itu dijadikan sebagai usaha mereka menjadikan partai politik itu sebagai suatu pekerjaan.

            Partai politik selain sebagai organisasi, partai juga bisa dijadikan sebagai pekerjaan, bila mereka masuk nominasi di parlemen. Maka wajar, ketika mereka masuk di parlemen melalui pemilihan legislative, mereka ada yang tidak mau diganti. Mereka asyik sendiri di kursi parlemen itu. Kehadiran mereka di partai politik itu hanya sebatas menggugurkan kewajiban sebagai manusia.

            Para politikus terkadang menjadikan partainya itu alat. Alat dimana orang mampu mengangkat jati dirinya melalui partainya. Bagaimana caranya ? berbagai cara harus mereka lakukan, terlepas dari halal dan haram.  Baginya tidak masalah, asal kepentingan politiknya tercapai. Yang tertanam di fikirannya hanya bagaimana bisa menarik suara masyarakat, memuluskan semua keinginan politiknya melalui suatu strategi pemenangan. Ketika suara politik masyarakat terpenuhi, soal kebutuhan masyarakat tak pernah dijadikan solusi. Hanya segelintir partai saja yang peduli terhadap jeritan masyarakat. Itu juga terbatas pada menjelang pemilu, artinya elit partai melakukan itu untuk menyebar pesona bagi konstituen dan masyarakat pendukungnya.

            Setiap menjelang pemilu, selalu saja ada elit partai menghampiri konstituennya atau kantong-kantong suara dimana si calon tersebut berada pada daerah pemilihannya. Sementara konsekwensi kepentingan rakyat tidak pernah terakomodir dengan baik, ketika rakyat meminta suaka kepada anggota dewan yang telah diusungnya masuk dalam nominasi. Namun apa yang diterima masyarakat hanya sebatas slogan saja, hanya sebatas animasi politik semata, hanya sebatas fatamorgana, realisasinya sama sekali tidak pernah terwujud. Untuk itu, apakah masyarakat akan selalu dijadikan kambing hitam ?( legino. Jr )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Admin

Mengungkap Kebenaran Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*