<div style="background-color: #b01313;"><a href="http://news.rsspump.com/" title="">news</a></div>

Pospenas Ke VI Di Gorontalo Berjalan Sukses

Gorontalo,Indonespospenasiaxpost  — Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VI telah resmi ditutup oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, Minggu (30/6) malam. Di depan ribuan santri, tamu undangan, dan pengunjung yang memadati Stadion Merdeka malam itu, Menag menyatakan rasa terima kasihnya kepada warga Gorontalo yang mendukung dan menyukseskan event nasional tiga tahunan ini.

Saat acara penutupan, ribuan warga dan pelajar Gorontalo tumpah ruah memadati stadion. Meski gerimis tak henti turun dari pertengahan hingga acara, mereka antusias menyemarakkan acara puncak itu. Aksi tarian kombinasi nusantara yang dilakukan seribu pelajar sangat mengagumkan meski mereka berbasah-basahan diguyur gerimis.

Di penghujung acara, Menag dan para hadirin, termasuk Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, dibuat kagum dengan aksi marching band sejumlah pelajar yang belum lama ini menjadi juara pertama kompetisi tingkat Sulawesi. “Selain kepada Gubernur, Pemprov Gorontalo, dan DPRD, ungkapan penghargaan juga patut kami sampaikan kepada masyarakat Gorontalo yang berkenan menjadi tuan rumah,” ujar Menag.

Menag mengaku, event Pospesnas sangat efektif guna menyeleksi bibit unggul dari kalangan santri. Santri-santri yang berprestasi itu, tandas Ketua Umum PPP ini, perlu terus dibina agar dapat bersaing hingga level internasional. Di sisi lain, kekurangan-kekurangan yang dialami santri harus dijadikan para pengasuh pesantren untuk evaluasi dan terus meningkatkan fasilitas pengembangan olahraga dan seni di pesantrennya.

Menag mengaku bangga dan bahagia karena akhirnya bisa berada di tengah-tengah ribuan santri pada penutupan Pospenas. Namun sejatinya, Menag menyatakan ingin ke Gorontalo sejak Senin (24/6) yakni pada acara pembukaan. “Namun rencana itu tidak terlaksana karena Presiden SBY melarang menteri pergi jauh-jauh menyusul kenaikan harga BBM dan juga harus ke Arab Saudi mengurus soal pemotongan kuota haji,” jelasnya.

Meski hanya di penutupan, Menag bersyukur karena akhirnya bisa melihat langsung santri-santri berprestasi dari seluruh penjuru Tanah Air. Sebelumnya, di depan ratusan pengasuh ponpes peserta halaqah ulama di Hotel Maqna Gorontalo jelang penutupan Pospenas, Menag juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan pesantren termasuk di Indonesia kawasan timur.

Selain kepada warga Gorontalo, Menag juga menyampaikan terima kasih kepada kementerian terkait yang terlibat kegiatan ini, yakni Kemenpora, Kemenparekraf, Kemendagri, Kemendikbud dan Kemenko Kesra.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim juga menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan pemerintah pusat untuk menjadi tuan rumah Pospenas.“Kami bangga sekaligus meminta maaf atas kekurangan-kekurangan selama acara berlangsung,” ujar Idris yang malam itu juga menyampaikan permintaan maaf Gubernur Rusli Habibie tak bisa hadir karena masih beribadah umrah.

Jeri,25, warga Gorontalo juga senang daerahnya dijadikan tuan rumah Pospenas. Kehadiran ribuan atlet, ofisial dan ulama membuat Gorontalo semarak dan semakin dikenal. “Saya juga sempatkan pulang dari Makassar demi mencari tambahan rezeki dari kegiatan Pospenas,” ujar sopir perusahaan rental mobil ini. (leg)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Admin

Mengungkap Kebenaran Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*