<div style="background-color: #db112c;"><a href="http://www.adamazer.com/" title="">amazon banners</a></div>

Pengadaan Barjas Perlu Pengetahuan, Tidak Cukup Hati-Hati

Bogor,Indonesiaxpost – Pe152710ngadaan barang dan jasa (barjas) pemerintah tidak cukup hanya dilakukan dengan hati-hati saja, tetapi perlu didukung dengan pengetahuan tata perundang-undangan yang detail. Demikian disampaikan sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin saat memberikan arahan dan membuka Workshop Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Ditjen Pendis di Hotel Seruni Bogor, Senin (29/07).

Menurutnya, orang yang melakukan pekerjaan pengadaan barang dan jasa dengan hati-hati saja masih sering terkena masalah, apalagi dilakukan dengan sembarangan. Kehati-hatian dan pengetahuan ini penting karena hampir 70 persen kasus korupsi di Indonesia berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Hati-hati saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan pengetahuan yang detail tentang tata perundang-undangan yang berlaku”, terangnya.

Masalah pengadaan barjas, lanjut Kamaruddin, bisa muncul karena dua hal, yakni ketidaktahuan dan kesengajaan. Karena itu dia meminta agar ketidaktahuan itu bisa diatasi. “Saya yakin, tidak semua orang yang terlibat dalam masalah pengadaan barang dan jasa Pemerintah itu semata-mata karena memiliki niat jelek untuk melakukan penyelewengan uang negara, tapi mungkin karena ketidaktahuannya tentang tata perundang-undangan”, lanjutnya.

Kamarudin menambahkan bahwa pengetahuan yang mumpuni tentang tata aturan pengadaan barang dan jasa juga harus didukung komitmen kuat untuk memajukan organisasi dan menjalankan tugas negara. “Sekarang ini sangat sulit mencari orang yang mau diberi tugas untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa. Ini tentu masalah, karena melakukan pengadaan barang dan jasa ini adalah amanah negara”, jelasnya.

Karena itu, Kamarudin meminta semua pegawai Ditjen Pendis, terutama Bagian Umum agar mempelajari tata aturan tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah. “Semua harus belajar, terutama bagi mereka yang diberi tugas sebagai pejabat pengadaan”, pintanya.

Workshop Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa ini akan berlangsung hari Senin ini hingga hari Rabu mendatang. Dari kegiatan ini, diharapkan akan tersusun pedoman terkait pengadaan barjas yang bisa dipedomani bersama dalam melakukan pengadaan barang dan jasa yang sesuai aturan dan perundang-undangan.

Ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama untuk terus melakukan perbaikan dan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa menuju Kementerian Agama yang bersih, profesional, dan akuntable. (pr)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Admin

Mengungkap Kebenaran Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*