<div style="background-color: #b01313;"><a href="http://news.rsspump.com/" title="">news</a></div>

POLRI Menghimbau “Waspadai Kedok Terorisme di Indonesia”

 Ada berbagai cara dilakukan para teroris di Indonesia untuk menyembunyikan rencana aksi mereka, Ada yang berkamuflase lewat kegiatan amal, ada juga yang membuat usaha tertentu, maka dari Itu Polri Menghimbau Kepada Masyarakat agar Waspadalah dan berhati hati, akan kedok kegiatan mereka ditengah masyarakat, berikut kedok teroris di Indonesia sebelum beraksi, berdasarkan catatan Kepolisian :

1. TERORIS BERKEDOK YAYASAN YATIM PIATU

Spanduk Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara yang terpampang di rumah kontrakan tempat bom meledak di Depok pada 8 September 2012 lalu hanyalah kedok belaka, Itu hanya akal-akalan kelompok tersebut menutupi kegiatan mereka yang sebenarnya.

“Ini terjadi kamuflase, seperti di Wonosobo ada yang berjualan baju, kelontong,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli di TKP, Jl Nusantara, Beji, Depok, Minggu (9 September 2012), Pengobatan tradisional dan jualan herbal juga dianggap hanya trik untuk menyaru.

Catatan Kemensos, tidak ada data tentang yayasan tersebut, Selain itu juga tidak ditemukan adanya anak asuh yang ditemukan.

Rumah petak itu disewa oleh Yusuf Rizaldi, yang tercatat sebagai warga Petojo, Jakarta Pusat, Pria kelahiran Medan tahun 1972 itu menyewa rumah petak itu baru dua bulan lalu dan telah menunggak pembayaran satu bulan terakhir.

Terduga Teror Rizal Sudah menyerahkan diri ke Polsek Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sedangkan istrinya yang bernama Hafsah dan dua anak kembarnya yang baru berusia 2,5 tahun, telah diamankan polisi.

Dalam peristiwa ini seorang tersangka pemilik bom terluka parah.

2. TERORIS BERKEDOK JUALAN SUSU DAN BUBUR AYAM

Terduga teroris yang tinggal di Bojonggede, Jawa Barat, Anwar, mengaku pada para tetangga sebagai penjual susu kedelai dan bubur ayam, Namun khusus untuk susu kedelai, tetangga tak pernah menerima kiriman meski sudah memesannya.

Tetangga Anwar yang terpisah tujuh rumah di Kampung Warung Jambu, Kecamatan Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, mengaku pernah memesan susu kedelai, Namun pesanan itu tak pernah dipenuhi Anwar.

“Saya kenal Anwar, kata tetangganya mengatakan, Pengakuannya tukang susu kacang kedelai, Tapi tetangga pesan nggak pernah dibawain, Tertutup saja rumahnya,” kata tetangga Anwar, Selasa (11 September 2012).

Soal jualan bubur ayam, tetangganya juga mengaku tak pernah melihat gerobak atau lapak tempat Anwar berjualan, Terlebih lagi saat kasus terorisme ini terkuak, tetangganya menyimpulkan dua aktivitas itu hanya kamuflase saja.

“Itu hanya pengakuan dia saja,” imbuh tetangganya.

Seorang ibu yang tinggal berhadapan dengan rumah Anwar pun pernah memesan susu kedelai sebanyak 20 bungkus beberapa waktu lalu, Namun hingga hari ini pesanan itu tak pernah diantar.

Anwar diduga sebagai terduga teroris yang menjadi korban ledakan di Beji, Depok, Dia kini masih terbaring di RS Polri Kramatjati. Beredar kabar, Anwar adalah desertir polisi, Namun Mabes Polri tidak menemukan data yang menunjukan bahwa Anwar sebagai Anggota Polri atau mantan Anggota Polri.

3. TERORIS BERKEDOK PENGIRIMAN BUKU (BOM BUKU)

Teroris rupanya juga menggunakan kedok pengiriman buku dalam melancarkan aksinya, Kedok ini dilakukan dengan mengirimkan paket buku yang di dalamnya telah dipasangi bom ke alamat target, Seperti yang dilakukan terdakwa dalang aksi teror tersebut, Pepi Fernando.

Pepi mengirimkan paket bom buku tersebut dan meledak, Utan Kayu pada 15 Maret 2011, Dalam ledakan bom tersebut, seorang polisi terluka.

Pepi divonis hukuman 18 tahun penjara, Sebab ternyata Pepi juga melakukan enam teror serupa dengan target sasaran sejumlah rumah ibadah dan rombongan Presiden.

Sementara istri Pepi, Deni Carmelita divonis 2 tahun penjara, Carmelita terbukti menyembunyikan informasi terkait tindak pidana terorisme yang dilakukan suaminya.

4. TERORIS BERKEDOK PERETAS SITUS (HACKER)

MK (27), ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Kota Bandung 30 Agustus 2012, Penangkapan tersebut terkait jaringan teroris, MK disebut-sebut jago bidang teknologi dan informasi.

“MK itu kerja di bidang IT, Sudah dua tahun bekerja di perusahaan IT yang lokasinya di Arcamanik, Bandung,” jelas Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama saat ditemui di lokasi penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri di komplek Cluster Pawenang, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, (30 Agustus) lalu.

MK yang merupakan bagian dari Jaringan teroris Medan tersebut ditangkap karena diduga memiliki rencana peledakan, MK membantu tersangka teroris lainnya, RG dengan meretas situs investasi online sehingga berhasil mendapat uang tidak sah Rp 7 miliar.

RG adalah tersangka teroris yang ditangkap 3 Mei 2012 lalu bersama istrinya berinsial CF di Bandung.

5. TERORIS BERKEDOK PONDOK PESANTREN

Terdakwa kasus bom di Pondok Pesantren Umar bin Khattab, Bima, NTB, Abrori Al Ayubi alias Maskadov bin Ali divonis 17 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, 28 Maret 2012. Abrori adalah Pimpinan Pondok Pesantren tersebut.

Sebelumnya polisi menyita sejumlah bahan peledak dan senjata tajam dari ponpes tersebut pada 13 Juli 2011. Ponpes ini menjadi perhatian aparat setelah sebuah bom rakitan meledak di lokasi tersebut dan menewaskan seorang santri bernama Firdaus pada 11 Juli 2011.

Menurut Ketua Majelis Hakim Iman Gultom, terdakwa terbukti mendalangi pembuatan sebanyak 27 paket bom dan pembunuhan polisi di Bima dan memberikan paham jihad yang keliru dengan mencuci otak santri untuk memerangi polisi, hakim dan jaksa.

Tidak hanya MUI NTB yang mengaku tidak memiliki data soal Ponpes Umar Bin Khattab, Bima, Kementerian Agama juga tidak memiliki data ponpes tersebut.

6. TERORIS BERKEDOK SEBAGAI PEDAGANG BUNGA

Yang disergap Densus 88 di rumah Moh. Djahri itu ternyata bukan Noordin M. Top, melainkan Ibrahim si Florist yang terkapar di pojok kamar mandi rumah Moh. Dajhri…..

Ibrahim bekerja sebagai penata bunga di Hotel Ritz-Carlton sekitar enam bulan terakhir. Sebelum bekerja di sana, Ibrahim pernah bekerja di Hotel Mulia tahun 2002 sampai 2009. Hal ini dibenarkan oleh Asisten Direktur Komunikasi Hotel Mulia Jakarta Adeza Hamzah.

Sebagai florist, wajah Ibrahim cukup dikenal kalangan pedagang bunga di Pasar Rawabelong, Jakarta Barat. Sebab, seperti dituturkan Staf UPT Pasar Bunga Rawabelong H Somadi Salah, Ibrahim biasa membeli langsung bunga yang dibutuhkan hotel di pasar tersebut.

Ibrahim pernah tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan ukuran tiga setengah kali lima meter di kawasan Kuningan Timur bersama enam rekan lainnya. Mereka menyewa rumah petak itu seharga Rp 700 ribu per bulan. Sekalipun demikian, kata pemilik rumah kontrakan Malik, Ibrahim masih kesulitan.

Ibrahim tinggal di rumah kontrakan ini sejak tahun 2007 hingga bulan Mei 2009. Para tetangga di sekitar rumah kontrakan ini mengaku Ibrahim jarang menampakkan diri. Mereka juga baru mengetahui nama Ibrahim melalui tayangan televisi akhir-akhir ini

Dengan bekerja sebagai florist, Ibrohim bebas keluar masuk ke Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Pria yang akrab disapa Boim juga dengan santainya memasukkan bom ke JW Marriott.

Aksi mulus Boim yang tertera di CCTV Hotel JW Marriott terlihat sejak 8 Juni 2009. Boim dengan bebas masuk mengajak Nana ke hotel bintang lima tersebut untuk melakukan survei ke Restoran Syailendra.

Dalam rekaman CCTV yang ditayangkan Polri, Boim dan Nana masuk dari pintu karyawan di belakang hotel. Boim mengenakan topi sementara Nana cukup tak berusaha menutupi wajahnya. Usai survei, Boim dan Nana kembali keluar dari pintu karyawan.

Pada rekaman 16 Juli 2009, Ibrohim yang juga otak pemboman 2 hotel wah di Jakarta pada 17 Juli 2009 itu masuk ke JW Marriott dengan mobil pick up. Di belakang mobil, pria berjidat lebar itu membawa 3 kardus yang berisi bom.

“Ketika sopir ingin menurunkan kardus tersebut, dilarang oleh Boim, alias Ibrohim,” ujar Kadiv Humas Polri Nanan Sukarna di RS Polri, Jakarta, Rabu (12 Desember 2012).

Kemudian Boim membawa sendiri bom tersebut ke kamar 1808. Tak lama kemudian, dia turun dengan tangan kosong dan menutup bak belakang pick up tersebut. Setelah beres, kemudian mereka meninggalkan hotel.

Tepat 17 Juli 2009, pukul 07.47 WIB, Dani Permana memakai topi dengan tas punggung di depan, meledakkan diri di Restoran Syailendra. Sementara Boim sebelum bom meledak malah meninggalkan surat resign, dan lenggang kangkung keluar hotel

Selain itu, Ibrohim juga kebagian peran sebagai ‘pengantin’ alias suicide bomber yang akan meledakkan kediaman Presiden di Puri Cikeas, Bogor. Ibrohim disiapkan dengan bom mobil dan bom rompi yang ditemukan Densus 88 di save house di Jatiasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tags: , , ,

About Admin

Mengungkap Kebenaran Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*