<div style="background-color: #b01313;"><a href="http://news.rsspump.com/" title="">news</a></div>

16.600 Personel Gabungan Amankan Pilgub DKI Putaran Kedua

Jakarta,indonesiaxpost- Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua, Polda Metro Jaya dan instansi terkait menggelar apel pasukan. Sedikitnya 16.600 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan Pilgub DKI ini.

Apel pasukan digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Brigadir Jenderal Pol Drs.Suhardi Alius, Rabu (12/9/2012) pagi. Apel pasukan dihadiri sejumlah instansi terkait dari Pemprov DKI Jakarta, seperti Satpol PP.

Dalam upacara tersebut,Wakapolda mengamanatkan agar pasukan meningkatkan kewaspadaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Di tengah dinamika isu politik yang memanas potensi kerawanan pada tahap pemungutan suara di TPS akan semakin tinggi,” kata Wakapolda.

Wakapolda mengatakan Jakarta sebagai pusat aktivitas kegiatan politik berimplikasi terhadap kegiatan pemerintahan lainnya.

Untuk itu, Wakapolda meminta agar anggota kepolisian menciptakan situasi yang kondusif guna mendukung suksesnya Pilgub DKI. “Posisi-posisi strategis di atas akan berimplikasi kepada tingginya kerawanan di setiap penyelenggaraan pemilukada,” ujarnya.

Ia juga meminta agar para stakeholder ikut menciptakan situasi yang kondusif. Keamanan Jakarta, kata dia, terwujud dengan adanya kerjasama antarinstansi terkait.

“Dalam pelaksanaan operasi ini juga sangat diperlukan peran stakeholder hal ini bertujuan membangun kemitraan dan kebersamaan dalam menciptakan kondisi aman walaupun ketersediaan sarana dan prasarana belum maksimal,” paparnya.

Wakapolda melanjutkan berbagai gangguan ketertiban masyarakat berpotensi menimbulkan kerawanan dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Potensi itu, kata Suhardi harus dapat dideteksi sedini mungkin.

“Kondisi ini akan kita antisipasi dengan deteksi dini dan pencegahan agar tidak terjadi gangguan kamtibnas, seperti pengerusakan TPS, unjuk rasa konflik sosial, rusuh massa dan lain-lain,” jelasnya.

Untuk itu perlu dilakukan cara bertindak tertib dalam hal ini dengan menempatkan personel Polri dan aparat lainnya di setiap TPS. Pengamanan dilakukan dengan pola pengamanan yang berbeda di setiap TPS.

“Dengan pola pengamanan berbeda baik di TPS aman maupun rawan,” tekannya
Wakapolda meminta agar pasukan pengamanan serius dalam mengamankan pesta demokrasi itu.

“Saya harap Saudara bisa mengemban amanat yang telah diberikan dan berperan aktif dalam mengamankan kegiatan pesta demokrasi. Saya minta Saudara dengan serius dan daya kemampuan keterampilan yang dimiliki,” lanjutnya.

Ia juga memerintahkan agar seluruh jajaran tidak memihak pada salah satu pasangan serta senantiasa meningkatkan upaya deteksi dini.

“Saya perintahkan kepada seluruh anggota dalam mengembankan tugas yang mulia ini agar memperhatikan beberapa hal, menjunjung netralitas polri dengan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. Kedua, tingkatkan deteksi dini, preventif dan preemtif dan penegakkan hukum yang tegas,” tandasnya.

Anggota juga diminta agar meminimalisir kesalahan serta menghindari arogansi. “Pahami benar tugas-tugas masing-masing sesuai arahan dan petunjuk untuk meminimalisir kesalahan, hindari sifat arogan, yang tidak mencerminkan perilaku anggota Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tanamkan etika moral dan profesionalisme dalam diri personel,” harapnya.

Ia juga mengimbau agar pimpinan ormas-ormas yang ada di DKI turut menciptakan situasi yang aman. “Kepada pimpinan ormas dan LSM, agar meningkatkan sinergitas dengan pihak kepolisian mulai dari tahap awal sampai dengan pelantikan gubernur DKI Jakarta,” pungkasnya.(bal)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tags: , ,

About Admin

Mengungkap Kebenaran Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*